Pemetaan Mutu Dengan Tantangan Baru

Pada Tahun 2020 ini PP-PAUD dan DIKMAS diamanahi untuk mencapai indikator kinerja kegiatan, yang terdiri dari 4 indikator. Salah satu indikatornya sangat terkait dengan program Pemetaan Mutu, yaitu indikator kinerja kegiatan berupa prosentase lembaga PAUD dan DIKMAS yang telah di petakan mutu pendidikannya pada tahun 2020, harus mencapai 35% dari lembaga PAUD dan DIKMAS yang teregistrasi didalam Dapodik. Indikator kegiatan ini ditetapkan hingga tahun 2024, dimana setiap tahunnya harus mengalami kenaikan.

Jika pada tahun 2020, capaian prosentasi nya adalah 35% dari lembaga yang teregistrasi dalam Dapodik, maka pada tahun 2021 meningkat menjadi 50%, pada tahun 2022 meningkat menjadi 60%, tahun 2023 meningkat mejadi 77% dan pada tahun 2024 di masa kerja pemerintahan sekarang, capaian prosentase lembaga harus mencapai 90%. Ini merupakan sebuah tantangan, karena pada tahun sebelumnya jumlah sasaran Pemetaan Mutu tidak sebanyak ini.

Hal ini juga bisa dikategorikan sebagai tantangan karena kondisi pada tahun 2020 sangat berbeda dengan tahuntahun sebelumnya. Banyak kendala baru yang tidak ada di tahun sebelumnya, namun di tahun 2020 ini merupakan sebuah keniscayaan. Misalnya, pada tahun 2020 kita dihadapkan dengan Pemetaan pandemi Covid-19, sehingga pertemuan secara tatap muka langsung tidak dapat dilakukan seperti pada tahun sebelumnya.

Tantangan ini perlu diantisipasi dengan sedemikian rupa karena pada dasarnya tantangan adalah sebuah kesempatan baik untuk berkembang. Tentunya sebuah lembaga akan berkembang dan akan tampil menjadi lebih baik dari sebelumnya ketika lembaga tersebut mampu menghadapi tantangan. Oleh karena itu, Seksi Informasi dan Kemitraan PP PAUD dan Dikmas Jawa Barat sebagai unit yang memiliki tugas dan fungsi melakukan program Pemetaan Mutu, mengawali pelaksanaan program Pemetaan Mutu ini dengan melakukan analisis SWOT.

Metode analisis SWOT merupakan alat yang cukup tepat untuk menemukan permasalahan dari empat sisi yang berbeda. Sisi yang pertama, bagaimana kita mengetahui kekuatan yang dimiliki untuk mampu mengambil keuntungan dari sebuah peluang yang ada. Sisi yang kedua, bagaimana cara mengatasi kelemahan yang dimiliki sehingga tidak menimbulkan kerugian yang tidak dikehendaki. Sisi yang ketiga, bagaimana kekuatan yang sudah dimiliki mampu menghadapi ancaman yang ada. Sisi yang keempat, bagaimana cara mengatasi kelemahan hingga mampu mengatasi ancaman yang diprediksi akan timbul.

Oleh karena itu, analisis SWOT dapat mengidentifikasi kekuatan yang dimiliki, kelemahan yang masih terjadi, peluang yang mungkin dirperoleh dan ancaman yang mungkin tercipta dalam kondisi seperti ini. Setelah melakukan analisis, tim Seksi Informasi dan Kemitraan mencoba membangun tim kerja. Program Pemetaan Mutu ini tidak mungkin hanya dilakukan dengan strategi seperti tahun sebelumnya. Pada tahun ini, strategi yang digunakan ialah melibatkan semaksimal mungkin potensi yang dimiliki dan memaksimalkan kelimitraan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sehingga sinergitas yang tercipta bisa menjadi solusi terbaik untuk mengatasi tantangan yang dihadapi.

Setelah melakukan analisis terkait kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, maka dibangun tim kerja. Pada tahun ini, dilibatkan seluruh Pamong belajar PP-PAUD dan DIKMAS untuk turut serta menyukseskan program Pemetaan Mutu ini. Agar terbangun tim kerja yang baik, maka perlu dilakukan kesepahaman. Dalam hal ini, Seksi Informasi dan Kemitraan melakukan rapat-rapat teknis, bimbingan teknis, dan orientasi teknis hingga tim kerja yang akan terlibat dapat benar-benar memahami dengan baik apa yang akan mereka hadapi, kerjakan dan mereka hasilkan sebagai output dari program pemetaan mutu. Kemudian langkah selanjutnya adalah membuat desain pelaksanaan program.

Dengan jumlah sasaran yang berbeda, hampir empat kali lipat dari jumlah sasaran tahun sebelumnya, maka perlu dilakukan pembuatan desain pelaksanaan program yang mendukung program Pemetaan Mutu.

Langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi pelaksanaan program secara berkala. Dengan langkah-langkah persiapan itu, diharapkan pelaksanaan program Pemetaan Mutu dapat terlaksana dengan optimal.

Pemetaan Mutu itu sendiri merupakan serangkaian kegiatan untuk mengetahui kondisi dan situasi yang menggambarkan peta mutu pendidikan berdasarkan Standar Nasional pendidikan. Pada tahun ini, target capaiannya adalah 35% dari lembaga PAUD dan DIKMAS yang teregistrasi dalam Dapodik. Pada tahun 2020, terdapat 34.650 lembaga PAUD dan DIKMAS yang teregistrasi dalam Dapodik. Sehingga target 35% dari 34.650 adalah 12.129 lembaga. Hal ini merupakan empat kali lipat dari jumlah sasaran pada tahun 2019. Karena pada tahun 2019, jumlah sasarannya hanya mencapai 3.720 lembaga. Ada perubahan desain kegiatan yang harus dilakukan.

Jika pada tahun sebelumnya Pemetaan Mutu merupakan kegiatan untuk mengkondisikan lembaga yang menjadi peserta dalam menghadapi akreditasi. Namun pada tahun ini tidak lagi seperti itu. Badan Akreditasi Nasional (BAN) sebagai penyelenggara akreditasi secara resmi telah mengeluarkan surat edaran yang menginformasikan bahwa pada tahun 2020, kegiatan akreditasi dihentikan untuk sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

Oleh karena itu, program Pemetaan Mutu pada tahun 2020 ini bukan hanya berbeda dari sisi jumlah sasarannya tetapi juga berbeda arah tujuannya. Jika tahun kemarin diarahkan untuk mempersiapkan lembaga supaya siap menghadapi akreditasi, maka pada tahun ini, program Pemetaan Mutu ditujukan untuk menciptakan atau menghasilkan peta mutu atau yang lebih dikenal dengan Rapot Mutu.

Kegunaan dari peta mutu adalah memberikan informasi akurat kepada pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat. Dalam hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkahlangkah kebijakan berupa treathment berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan. Tentunya, peta mutu yang dihasilkan harus berdasarkan informasi terakurat yang diberikan oleh lembaga yang menjadi peserta program Pemetaan Mutu. Hal yang masih dipertahankan dalam program Pemetaan Mutu adalah tetap mengacu pada 8 Standar Nasional pendidikan. Selain itu, Pemetaan Mutu juga masih dilakukan dengan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Program Pemetaan Mutu merupakan kegiatan yang terdiri atas beberapa tahapan. Tahapan yang pertama adalah melakukan Koordinasi Teknis Pemetaan Mutu dengan pimpinan Dinas Kabupaten/Kota Jawa Barat dan DKI Jakarta. Output dari kegiatan koordinasi teknis Pemetaan Mutu adalah dihasilkannya data lembaga sasaran dan data verifikator dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang akan membantu melaksanakan kegiatan verifikasi dari daa yang diinputkan oleh operator lembaga PAUD dan DIKMAS di setiap Kabupatan/ Kota.

Kemudian tahapan kedua adalah Orientasi Teknis operator. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan output berupa operator lembaga yang terampil memanfaatkan aplikasi Pemetaan Mutu. Kemudian, setelah orientasi teknis operator dilaksanakan, dimana para operator dilatih untuk terampil menggunakan aplikasi Pemetaan Mutu, kemudain para operator tersebut akan mendapat tugas menginputkan data lembaganya masing-masing kedalam aplikasi Pemetaan Mutu dan diharapkan data yang diinputkan adalah data yang akurat pada lembaga yang mereka kelola.

Tahapan Pemetaan Mutu yang ketiga adalah verifikasi data. Output dari tahap verifikasi berupa data SATDIK yang terverifikasi. Pada tahapan ini, para verifikator akan memverifikasi berdasarkan data yang diinputkan oleh operator lembaga ditahap sebelumnya dengan berdasarkan aplikasi Pemetaan Mutu. Berbeda dengan tahun sebelumnya, verifikator di tahun ini tidak diharuskan untuk melakukan kunjungan secara langsung ke lembaga yang menjadi sasaran, karena terkait dengan kondisi yang tidak memungkinkan akibat pandemi Covid-19. Sehingga para verifikator diharuskan untuk mencukupkan diri untuk melakukan verifikasi secara daring berdasarkan data yang masuk kedalam aplikasi Pemetaan Mutu.

Tahapan selanjutnya dari Pemetaan Mutu adalah kegiatan Validasi. Kegiatan Validasi memiliki output berupa data hasil dari verfikasi dapat tervalidasi. Kegiatan validasi dilakukan oleh Seksi Informasi dan Kemitraan. Langkah yang terakhir dari tahapan Pemetaan Mutu tahun 2020 adalah analisis hasil data dan rekomendasi Pemetaan Mutu. Pada tahapan ini dilakukan FGD (Forum Group Discussion) untuk melakukan analisis dari hasil data Pemetaan Mutu yang kemudian dirumuskan rekomendasi yang tepat sesuai data yang ada. Sehingga pemerintah daerah dan pusat dapat memperoleh landasan kebijakan untuk melakukan treatment yang diperlukan.

Treatment yang dilakukan berdasarkan rekomendasi dan analisis ini, dapat berupa supervisi atau pendampingan pada lembaga yang menjadi sasaran Pemetaan Mutu terkait kondisi 8 Standar Nasional pendidikan. Kemudian treatment berikutnya dapat dilakukan berupa pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam hal ini PP-PAUD dan DIKMAS mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Berdasarkan data dari Pemetaan Mutu.

Treatment lainnya dapat berupa pengembangan model, pengembangan kemitraan, pengembangan lembaga, maupun memfasilitasi sarana prasarana. Sehingga diharapkan dari program Pemetaan Mutu dapat dihasilkan rapot mutu, yang kemudian ditindak lanjuti dengan treatment yang tepat yang mengacu pada 8 Standar Nasional pendidikan dan diharapkan dari rangkaian kegiaan ini dapat dicapai penjaminan mutu pendidikan di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Terdapat beberapa konsep Pemetaan Mutu tahun 2020 yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Pertama. semua tahapan Pemetaan Mutu dilakukan secara daring. Kedua, proses Pemetaan Mutu hanya menggunakan aplikasi Pemetaan Mutu, semua peserta Pemetaan Mutu akan diberikan akses menuju aplikasi. Kemudian, output dari kegiatan Pemetaan Mutu 2020 adalah diperolehnya Peta Mutu Pendidikan.

Kegiatan Pemetaan Mutu tahun 2020 tidaklah berfokus pada persiapan akreditasi, tetapi telah menjadi bagian dari program penjaminan mutu pendidikan. Oleh karena itu, lembaga yang diperkenankan untuk menjadi sasaran Pemetaan Mutu tahun 2020 ini adalah lembaga yang sudah teregistrasi dalam Dapodik. Tidak ada lagi kriteria bahwa lembaga yang menjadi peserta harus lembaga yang belum terakreditas atau lembaga yang tidak sedang menjalani akreditasi. Syaratnya hanya 1 cukup lembaga tersebut teregistrasi dalam Dapodik.

Dari rangkaian kegiatan Pemetaan Mutu, akan ditindak lanjuti oleh PP-PAUD dan DIKMAS dengan kegiatan supervisi atau pendampingan. Dari kegiatan supervisi, diharapkan kekurangan yang sudah terpotret dalam program Pemetaan Mutu bisa diantisipasi dan diberi solusi. Diharapkan lembaga yang sudah terpetakan mutunya dan sudah tersupervisi, bisa menjadi lembaga yang berkualitas sesuai dengan 8 Standar Nasional pendidikan.