PARADIGMA PAUD JAYAGIRI SEBAGAI SATUAN PNF

Oleh: Hidayat., M.Pd.

A. Layanan Pembelajaran
PAUD Jayagiri melaksanakan pelayanan pendidikan PAUD berpedoman pada Standar Nasional Pendidikan. Penyelenggaraan pelayanan PAUD Jayagiri dikelola melalui pembelajaran konvensional dan pembelajaran dalam jaringan (online learning). Untuk contoh pelaksanaan, lihat di penjelasan sebelumnya (BAB 1) bagian media online.

B. Pusat Pengujian
PAUD Jayagiri ,enyediakan layanan pengujian bagi masyarakat yang membutuhkan, di antaranya: 1. Penyetaraan/pengakuan hasil pendidikan dan pelatihan; 2. Pengakuan kompetensi dalam rangka penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI); 3. Tempat tes penempatan dan ketuntasan pencapaian kompetensi; dan 4. Tempat uji kompetensi.

C. Pengembangan Kemitraan
PAUD Jayagiri melakukan pengembangan jaringan kerja sama dengan berbagai sumber potensi dan keunggulan yang relevan (lokal, nasional, maupun regional) serta melaksanakan pembinaan pada lembaga atau instansi dan masyarakat yang membutuhkan. Model kemitraan PAUD Jayagiri dikembangkan dengan mendayagunakan satuan PAUD, keluarga, dan masyarakat. Secara operasional model ini dapat dikembangkan atas dasar pendayagunaan potensi dan sumberdaya keluarga dan masyarakat secara kolaboratif. Kemitraan dibangun atas dasar kebutuhan anak sehingga orang tua/wali dan masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam aktivitas yang berkaitan dengan lembaga pendidikan nonformal.

Model kemitraan melibatkan jejaring yang luas yang melibatkan peserta didik, orang tua, guru, tenaga kependidikan, masyarakat, kalangan pengusaha, dan organisasi mitra di bidang pendidikan. Sementara model operasional kemitraan ini dikembangkan dengan mendayagunakan semua potensi sumberdaya yang dimiliki satuan PAUD, keluarga, dan masyarakat secara kolaboratif.

Pihak satuan PAUD Jayagiri bertindak sebagai:

  1. Pemrakarsa dalam kemitraan, yaitu pihak yang mengawali untuk membangun kemitraan
  2. Fasilitator kemitraan, yaitu pihak yang memfasilitasi terwujudnya kemitraan dengan keluarga dan masyarakat, misalnya menyediakan tempat penyelenggaraan kelas.
  3. Pengendali kemitraan, yaitu pihak yang mengendalikan secara proaktif sehingga kemitraan terus berjalan semakin baik dengan para pemangku kepentingan (stake holder).

D. Tempat Pengembangan Seni Budaya dan Olahraga, Melalui Pelestarian Seni, Budaya, Dan Olahraga Tradisional, Serta Pengembangan Bakat dan Prestasi
Melalui program peningkatan ketahanan budaya, PAUD Jayagiri melakukannya melalui pengembangan dan pelestarian nilai-nilai budaya. Kebijakan yang ditempuh adalah peningkatan pembinaan dan pengembangan budaya khas daerah. Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatnya mutu kwalitas guru, siswa dan seniman/seniwati budayawan serta masyarakat pada umumnya.

Beberapa model kegiatannya, antara lain:

    • Pekan Seni Pelajar (PSP)
    • Culture Education
    • Pekan Budaya Adhikarya (Upacara adat, lagu daerah, karya tari)
    • Apresiasi seni pelajar melalui Paguyuban Peminat Seni Tradisi (PPST)
    • Pelatihan pembawa acara
    • Pagelaran pentas seni insidental secara periodik
    • Pembinaan budi pekerti melalui wayang golek masuk sekolah
    • Pengembangan bahasa dan sastra daerah
    • Pemaparan nilai budaya spiritual
    • Apresiasi seni pertunjukan tradisional
    • Inventarisasi situs benda cagar budaya, tempat bersejarah
    • Pembekalan juru pelihara benda cagar budaya dan tempat bersejarah
    • Festival menyanyi
    • Pengiriman duta seni
    • Kerja sama pengembangan wisata seni budaya dengan pihak pemerintah daerah
    • Dokumentasi seni budaya daerah dan mengunggahnya di media sosial (misal Youtube) dengan konsep liputan/film dokumenter

Sementara dalam program pembinaan dan pemasyarakatan olahraga. Kebijakan yang ditempuh adalah peningkatan pembinaan kesiswaan dan pemasyarakatan di bidang olahraga dengan mengadakan kegiatannya:

    • Penyelenggaraan kompetisi olahraga
    • Lomba pertandingan olahraga
    • Pekan olahraga

E. Tempat Pengembangan Pendidikan Karakter
Seperti Pra-Siaga dan Saka Widya Budaya Bakti

  1.  Pra-siaga PAUD Jayagiri mendukung pengembangan/pembentukan karakter bangsa untuk mewujudkan tujuan pendidikan karakter. Hal ini dengan pendekatan pada pendidikan anak usia dini yang mengedepankan bermain sambil belajar dalam suasana yang menyenangkan.
    Pengorganisasian Prasiaga dalam rangka Penguatan Pendidikan Karakter bagi anak usia dini sekaligus menguatkan cinta tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia sejak usia dini. Diharapkan melalui pendidikan kepramukaan khususnya prasiaga, anak-anak Indonesia pada saatnya akan menjadi warganegara Indonesia yang tangguh dan berbakti pada nusa dan bangsa serta mampu menjadi duta persaudaraan dunia yang saling menguatkan dan saling menghormati satu sama lain dalam pergaulan internasional.
    Prasiaga merupakan solusi praktis bagi penyenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter di satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan di satuan komunitas Pramuka melalui pendekatan bermain. Hal ini sesuai dengan amanat PP No. 87 tahun 2017 pasal 1 butir 1 yang menyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi oleh hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pendekatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.
  2. Saka Widya Budaya Bakti PAUD Jayagiri berupayan menumbuhkan penanaman nilainilai pendidikan masyarakat dan budaya bangsa melalui pendidikan kepramukaan yang akan membantu percepatan proses kesadaran, kemampuan, kemauan masyarakat untuk berperilaku hidup berdasarkan karakter dan budaya bangsa.
    Wadah kegiatan khusus dalam bidang Pendidikan dan Kebudayaan di lingkungan Gerakan Pramuka, perlu dibentuk Satuan Karya Pramuka (Saka) Widya Budaya Bakti yang merupakan sarana dan wahana guna memupuk, mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda terhadap peran pendidikan masyarakat dan pelestarian budaya bangsa khususnya pendidikan anak usia dini, nonformal, seni dan film tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum.
    Peran Saka Widya Budaya Bhakti di antaranya menyiapkan konten (kurikulum, bahan ajar, dan pendidik, di setiap Krida PAUD). Ini dilakukan dengan menyebarluaskan kepada Gugus depan (Gudep) Penegak dan Pandega. Juga melakukan sinkronisasi pada program Pramuka dan membangun kerjasama dengan Pramuka dan saka-saka yang lain.
    Saka Widaya Budaya Bhakti dapat menjadi mitra PAUD Jayagiri, di antaranya: menjadi mitra verifikasi dan pendataan mitra dalam pembinaan dan peran penyelenggara/pelaksana mitra dalam memperluas akses mitra dalam pengawasan. Serta memanfaatkan secara bersama fasilitas di satuan pendidikan PAUD sebagai pangkalan krida.