Menciptakan Kecerdasan Adversiti Untuk Menjadikan Anak Tangguh

Oleh: Enjang Idrus, M.Pd.I, CH. C.NNLP, C.PS, C.STMI

image-1608379089062.png
Setiap anak memiliki ketangguhan masingmasing sesuai usianya. Ketangguhan ini perlu dilatihan supaya anak bisa tangguh. Dalam psikologi istilah tangguh ini sebagai kecerdasan adversiti atau kecerdasan ketahanan. kemampuan bertahan berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

Stein & Book menjelaskan bahwa ketahanan yakni kemampuan menghadapi peristiwa tidak menyenangkan dan situasi penuh tekanan tanpa menjadi berantakan, dengan secara aktif dan pasif mengatasi kesulitan. Ketahanan berkaitan kemampuan tetap tenang dan sabar, serta menghadapi kesulitan dengan kepala dingin, tanpa terbawa emosi.

Adversity Quotient (AQ), menurut Paul G. Stoltz AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan, adanya Kecerdasan ini perlu untuk dilatih sedari kecil supaya anak dapat menghadapi masalah sehari-harinya. Menerapkan rasa percaya diri pada seorang anak untuk mengambil keputusan sendiri dalam menyelesaikan masalah mereka, bantuan dilakukan apabila benar-benar tidak sanggup dilakukan anak. Terdapat tiga tipe AQ, yaitu: quitter, camper, dan climber.

  1. Quitter atau tipe penyerah. Misalnya: usahanya minim, mendapat kesulitan memilih mundur, dan tidak berani menghadapi permasalahan. Mereka beranggapan rumit, nyelimet, membingunkan, dan tidak percaya diri dapat menuntaskannya. Motivasinya kurang, saat menemukan kesulitan dalam menyelesaikan mudah menyerah dan berhenti tanpa dibarengi usaha keras.
  2. Camper sebagai tipe rata-rata. Anak tidak mau mengambil risiko terlalu besar dan merasa puas dengan kondisi atau keadaan yang telah dicapai, mengabaikan kemungkinan yang diperoleh lagi. Camper cepat puas atau selalu merasa cukup berada di zona nyaman. Tidak memaksimalkan usaha walaupun peluang dan kesempatan ada.
  3. Climber atau pejuang tinggi. Anak mempunyai target. Mampu mengusahakan dengan ulet dan gigih. berani dan disiplin tinggi terus keluar dari zona nyaman dan selalu berusaha sampai berhasil. Bercita-cita tinggi dan berjuang keras untuk mewujudkannya.

Orang tua dalam melejitkan kecerdasan ini mengalami dilema karena harus tegas pada anak. Tindakan tegas dalam hal ini sebuah kebaikan untuk anak, memang terlihat anak lelah, ibu merasa kasihan, atau ayah merasa miris melihat anak melakukan sendiri pekerjaannya dengan baik. Tetapi ini sebuah proses pendidikan untuk menciptkana anak yang tangguh, unggul, mampu mengatasi berbagai masalah di masa depannya. Penanaman kecerdasan ketangguhan pada anak sangat bermanfaat untuk pada saat dewasa nanti, sehingga menjadi anak tangguh dan mandiri. Meningkatkan kecerdasan ini dapat dilakukan dengan berbagai upaya, yaitu.

  1. Seringlah anak diajak bekerja yang diawali dari pekerjaan-pekerjaan kecil dari rumah. Misalnya membantu mencuci piring, membersihkan halaman rumah, mencuci baju dan lainnya.
  2. Seringlah anak diajak berpuasa sunah, bila beragama islam, karena saat puasa dia akan berjuang menahan lapar dan hal lainnya. 
  3. Membantu mengarahkan mengatasi kesulitan yang dihadapi anak dalam hidupnya, misalnya dalam tugas di sekolah. Tidak dikerjakan oleh ayah atau ibu tapi dibantu menuntaskanya dengan arahan orangtua, anak yang menyelesaikannya.
  4. Saat anak gagal jelaskan bahwa kegagalan bukanlah kesedihan, tetapi pembelajaran untuk lebih sukses kembali.
  5. Tidak langusng menuruti setiap kehendak anak, tetapi berikalah proses perjuangan untuk meraihnya. Misalnya saat anak ingin memiliki sepeda, maka tidak langsung dibelikan, tetapi diajarkan menabung walupun hasilnya tidak lama sekali untuk sampai cukup membeli sepeda, disitu orangtua memberikan tambahan untuk membeli speda. Maksudnya hargai nilia proses dalam menabungnya itu.
  6. Bila suatu pekerjaan yang bisa dilakukan anak, orang tua membiarkannya saja anak untuk melakukan.
  7. Saat anak berhasil memperoseh sesuatu atau prestasi, bisa mengucapkan selamat dan puji proses perjuangannya, sehingga anak terus berprestasi dan berjuang, bahwa keberhasilanya itu sebagai langkah awal untuk mencapai keberhasilan yang lebih tinggi.