PROFIL LEMBAGA

Anak Sehat dan Cerdas di TK Assalam Bandung

image-1608379242762.png

Taman kanak-kanak Assalaam berdiri pada tanggal 1 Agustus 1957 oleh Almarhum KH. Habib Utsman Al Aydrus di bawah naungan Yayasan Assalam. Berawal dari permintaan para jamaah pengajian reboan Assalaam meminta kepada Yayasan Assalaam untuk mengenal surat-surat pendek, doa-doa dalam keseharian, terbiasa membaca salawat, dan asmaul husna, serta mampu melaksanakan salat. Hal ini sesuai dengan visi Taman Kanak-Kanak Assalaam yaitu menjadikan anak-anak yang cerdas, memiliki kepribadian yang mendirikan sekolah yang bernuansa saleh dan berakhlak mulia serta bermanfaat keislaman. Saat itulah taman kanak-kanak Assalaam didirikan dengan dasar pemikiran bahwa pendidikan agama harus diberikan pada usia dini dikarenakan ketika usia tersebut anak mengalami masa peka yang dapat menerima stimulasi berupa pembiasaan nilai-nilai agama sebagai pembentukan akhlaqul karimah. bagi agama, keluarga, sesama, bangsa, dan negara. Dalam mengembangkan seluruh aspek kognitif, motorik, bahasa, sosial dan emosi anak-anak pun dibekali kemampuan untuk persiapan masuk sekolah ke jenjang selanjutnya dengan konsep pembelajaran yang menyenangkan.

Keberhasilan pendidikan di Taman Kanakkanak Assalaam dapat dirasakan langsung oleh para orang tua, terlihat pada perilaku anak yang senantiasa mengucapkan salam, bersikap sopan santun terhadap orang yang lebih tua, Keberhasilan Taman Kanak-kanak Assalaam hingga kini tidak terlepas dari peran serta kepemimpinan Kepala Sekolah yang memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi terhadap Yayasan Assalam. Pada awal berdirinya Taman Kanak-kanak Assalaam dipimpin oleh Rd. Hj. Sya’diah AR (Almh) pada tahun 1957 – 1958. Kemudian dilanjutkan oleh Hj. Wiwiek Wiarsih, SE pada tahun 1958 - 1994. Pada tahun 1994 – 1997 Taman Kanak-kanak Assalaam dipimpin oleh Hj. Dewi Hadiroh. Setelah itu, pada tahun 1997 – 2010 dipimpin oleh Hj. Neneng Hendarsih. Dan dari tahun 2010 hingga saat ini Taman Kanak-kanak Assalaam dipimpin oleh Hj. Kartika Dewi Puspandani, S.I.P.

image-1608379343683.pngPROGRAM PAUD HIBER
Anak usia dini adalah anak sejak janin dalam kandungan sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang dikelompokkan atas janin dalam kandungan sampai lahir, lahir sampai dengan usia 28 hari, usia 1 sampai dengan 24 bulan, dan usia 2 sampai dengan 6 tahun. Pengembangan anak usia dini holistik-integratif adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi. Pengembangan PAUD holistik integratif adalah pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam, meliputi berbagai aspek fisik dan nonfisik, termasuk mental, emosional, dan sosial. Menurut dr. Fasli, pengembangan PAUD holistik integratif juga bertujuan memenuhi 5 pilar hak anak.

Mulai dari hak anak untuk terhindar dari penyakit, serta hak terpenuhi kecukupan gizi agar dapat bereksplorasi dan mengembangkan kemampuan otaknya dengan maksimal. Selain itu, anak juga perlu distimulasi sedini mungkin, mendapatkan pengasuhan yang baik, serta hak mendapatkan perlindungan dari kekerasan fisik dan psikologis. Lima pilar inilah yang disebut pengembangan PAUD holistik integratif. Ini yang perlu kami pertanggungjawabkan agar berjalan dengan baik.

PAUD Holistik integratif merupakan salah satu pendidikan yang mengintegrasikan segala aspek dan nilai-nilai dalam pendidikan seperti nilai moral, etis, religius, psikoligis dan sosial kesatusn yang dilakukan secara menyeluruh antara jiwa dan badan serta aspek material dan aspek spiritual untuk memenuhi kebutuhan esensial anak.

Disebut PAUD Holistik integratif karena pelayanan yang diberikan dalam PAUD Holistik integratif tidak hanya satu bidang pendidikan saja, akan tetapi pelayanan yang mencangkup kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan, gizi, pola pengasuhan dan perlindungan anak. Anak merupakan suatu totalitas yang utuh , oleh karena itu ibutuhkan pendidikan yang menyeluruh untuk memenuhi hak anak. Setidaknya ada 5 kebutuhan yang menjadi hak anak yaitu :